Saturday, May 7, 2016

Tanaman Sayur dan Buah yang Cocok untuk Budidaya Hidroponik

Tanaman Sayur dan Buah yang Cocok untuk Budidaya Hidroponik

Berdasarkan dari infographic berikut digambarkan Tanaman Sayur dan buah yang sangat cocok untuk tanaman budidaya hidroponik, dari yang terbaik atau Best, Tanaman tersebut membutuhkan perawatan khusus jika di budidayakan secara hidroponik atau disebut require special care, sehingga yang tidak ideal atau disebut not ideal dikarenakan membutuhkan ruang yang lebih besar.

Yang disebut tidak ideal atau not ideal bukan berarti tidak bisa di tanam secara hidroponik, akan tetapi ada beberapa yang membutuhkan tempat yang lebih luas dan penangananya atau perawatannya lebih spesial.

Berikut gambar tanaman sayur dan buah yang bisa di tanam hidroponik :


Untuk mendownload gambarnya klik link berikut disini

Read more

Friday, May 6, 2016

Sistem Hidroponik

Sistem Hidroponik

Setelah kita belajar mengenai Media Tanam dan Nutrisi untuk menanam hidroponik, pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari sistem tanam hidroponik yang biasa dipergunakan dalam pertanian hidroponik dalam sekala hobby maupun pertanian sekala besar. Didalam bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik pada umumnya dikenal ada 8 sistem, yaitu akan kita perkenalkan satu persatu dibawah ini :

1. Sistem Statis atau Passive Technigue

Sistem ini merupakan saudara dari sistem wick (sistem sumbu) perbedaannya untuk sistem statis ini air larutan nutrisi tidak bersirkulasi atau naik kemedia tanam karena di sistem ini akar tanaman terendam langsung kelarutan nutrisi, Untuk kebutuhan oksigen bisa dibantu melalu aerator aquarium atau ditambahkan sedotan untuk meniupkan udara kedalam larutan. Pada sistem statis ini biasa digunakan untuk skala hobby, dan cocok untuk tanaman hias maupun tanaman sayuran yang berumur pendek seperti selada dan sawi.

Sistem Statis atau Passive Technigue

2. Sistem Wick atau Sistem Sumbu

Sistem Wick atau Sistem Sumbu ini memanfaatkan sumbu untuk mengalirkan air larutan nutrisi ke atas sampai mencapai media tanam dan akar tanaman. Media yang digunakan sebagai sumbu biasanya menggunakan kain flanel. Pada kedua sistem sederhana ini (sistem statis dan sistem sumbu) dapat dibuat dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi di rumah.

Sistem Wick atau Sistem Sumbu

3. Sistem Run to Waste atau Sistem Siram

Pada sistem ini sebenarnya sama dengan sistem tanam konvensional yang harus disiram setiap hari. Untuk hidroponik yang menggunakan sistem ini air nutrisi yang disiram akan membasahi media atau tanaman, air nutrisi yang telah disiramkan tidak dipergunakan lagi melainkan dibuang. Penyiramann dapat dilakukan dengan manual atau dengan bantuan pompa air yang terpasang dengan timer listrik.

Sistem Run to Waste atau Sistem Siram

4. Sistem Water Culture atau Rakit Apung

Sistem Water Culture atau Rakit Apung merupakan sistem tanam aktif yang paling sederhana, dengan memanfaatkan media styroform untuk mengapungkan tanamn diatas air larutan nutrisi yang dibantu dengan pompa udara yang akan menyuplai oksigen bagi akar tanaman.

Sistem Water Culture atau Rakit Apung

5. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem NFT ini yang paling populer dipakai di Indonesia, Sistem dengan NFT ini akar tanaman tumbuh pada lapisan nutrisi yang dangkal dan tersirkulasi sehingga tanaman dapat memperoleh cukup air, nutrisi dan oksigen. Sistem NFT ini dirancang dengan kemiringan tertentu agar air mengalir hingga dapat bersirkulasi. Sistem ini biasa dibantu dengan pompa air untuk mengalirkan air larutan nutrisi ke bagian paling atas. Karena kebutuhan akan listrik yang wajib, banyak petani yang melakukan sedikit modifikasi dengan membuat sistem tanggul, agar ketika listrik mati nutrisi masih dapat di supply karena air masih sedikit menggenang.

Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

6. Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow)

Pada Sistem Pasang Surut ini biasanya digunakan untuk tanaman didalam pot seperti krisan dan aster. Pot diletakan dalam bak penampungan, untuk kemudian dialiri larutan nutrisi hingga ketinggian tertentu sampai akar tanaman terendam. Dan setelah terendam dalam waktu tertentu larutan nutrisi akan di surutkan kembali agar akar tanaman tidak jenuh air.

Sistem Pasang Surut (Ebb and Flow)

7. Sistem Fertigasi (Irigasi Tetes)

Sistem Fertigasi ini merupakan salah satu sistem yang sering dipakai dalam sekala industri. Sistem ini dilakukan dengan memberikan air dan larutan nutrisi sedikit demi sedikit secara berkelanjutan sepanjang hari. Setetes demi setetes, untuk menjaga tanaman mendapatkan nutrisi dan air yang cukup.

Sistem Fertigasi (Irigasi Tetes)

8. Sistem Aeroponik

Sistem Aeroponik juga merupakan pilihan sistem hidroponik yang digunakan dalam sekala industri, di Indonesia tidak sedikit pula yang sudah mempraktekannya. Hidroponik dengan sistem ini adalah cara bercocok tanam dimana akar tanaman menggantung diudara  tanpa media kemudian nutrisi akan di seprotkan melalui sprayer ke akar tersebut.

Sistem Aeroponik Hidroponik

Demikianlah pengenalan sistem yang telah digunakan dalam bercocok tanam hidroponik. Semoga di pembahasan kita kali ini dapat bermanfaat bagi anda semua.


Read more

Thursday, May 5, 2016

Manfaat Bertanam Hidroponik


Manfaat Bertanam Hidroponik


Agar kita lebih mengerti manfaatnya bertanam hidroponik, berikut ini yang bisa menjadi semangat kita yang ingin bercocok tanam dengan cara hidroponik untuk di konsumsi sendiri atau untuk dikembangkan dalam skala bisnis.

1. Tanpa Tanah
Seperti yang pernah di ulas pada artikel sebelumnya bercocok tanam dengan cara hidroponik menggunakan media air, jadi dapat mencegah kontaminasi unsur yang ada didalam tanah, dan penularan hama penyakit yang berasal dari dalam tanah bisa dapat di cegah.

2. Hemat Air

Sebagian besar bertanam hidroponik menggunakan media air, namun kebutuhan air dengan cara hidroponik lebih hemat karena kita dapat mengatur dengan tepat kapan jadwal panambahan air. Bahkan dengan sistem hidroponik dengan sirkulasi nutrisi, air yang membawa nutrisi dapat dipakai berulang-ulang.

3. Tanpa Pestisida

Bercocok tanam dengan sistem hidroponik tidak menggunakan pestisida atau insektisida pada permukaan tanaman terutama tanaman sayur-sayuran daun yang cepat panen.

4, Bersih
Bercocok tanam dengan cara hidroponik, tanaman bisa terbebas dari gulma yang sering menggangu tanaman.

5. Nutrisi tepat sasaran

Bercocok tanam dengan cara hidroponik, nutrisi yang diberikan ke tanaman atau sayuran lebih terukur sesuai dengan kebutuhan tanaman.

6. Hemat lahan dan tenaga kerja

Bercocok tanam dengan cara hidroponik kita dapat menghemat lahan yang digunakan untuk bercocok tanam. Bahkan dilahan sempit dirumah dapat dimanfaatkan untuk menanam hidroponik. Disisi perkerja pun kita dapat menghemat dikarenakan tidak diperlukannya pengolahan tanah seperti perkebunan konvensional.

Dengan bercocok tanam dengan sistem hidroponik dapat memberikan kiat peluang bisnis yang masih terbuka luas. Selama masih banyak yang membuka usaha restoran, hotel, supermarket, yang pastinya mereka membutuhkan sayuran yang bersih, sehat dan berkualitas.

Berikut gambaran harga sayuran hidroponik di lima tahun terakhir berdasarkan majalah Trubus edisi desember 2013.

Manfaat Bertanam Hidroponik

Read more

Alat Ukur Hidroponik

Alat Ukur Hidroponik


  Unsur hara yang telah dilarutkan dalam nutrisi sangatlah banyak, baik itu unsur makro maupun mikro. Maka dari itu kita perlu mengetahui berapa kandungan kandungan yg terdapat pada unsur-unsur tersebut didalam nutrisi yang akan di aplikasikan pada tanaman. Selain itu untuk mencagah kekurangan atau kelebihan unsur-unsur tertentu pada tanaman, sehingga hal tersebut sangatlah berpengaruh. Baca juga artikel berjudul “Akibat Kekurangan Unsur Hara padaTanaman Hidroponik”. Dalam berhidroponik kita perlu mengetahui parameter-parameter sebagai berikut :

1. EC Meter dan TDS

EC atau Electrical Conductivity meter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur kadar listrik pada suatu nutrisi misalnya mS/m dalam satuan mS. Alat tersebut digunakan karena sifat penyerapan nutrisi pada akar tanaman bekerja berdasarkan prinsip pertukaran ion atau ion exchange. Sehingga diperlukan agar kadar nutrisi berada pada batas optimal terjadinya pertukaran ion pada akar. Untuk mengganti EC meter, kita dapat menggunakan alat yaitu TDS meter, walaupun ada perbedaan dalam perhitungan atau pengukurannya. TDS fungsinya menghitung kadar nutrisi berdasarkan jumlah padatan yang terlarut didalamnya.

Alat Ukur Hidroponik
EC & TDS

2. pH meter

pH meter fungsinya untuk mengukur kadar keasaman (pH), karena dalam berhidroponik sifat garam mineral yang terlarut dapat mempengaruhi kondisi kimiawi dari nutrisi, Setiap tanaman memerlukan kondisi keasaman yang berbeda-beda untuk dapat tumbuh dengan optimal.


Alat Ukur Hidroponik
pH Meter

3. Dissolved Oxygen Meter (DO Meter)

DO meter tidak terlalu dibutuhkan seperti pH dan EC, DO meter fungsinya untuk mengukur kadar oksigen terlarut (DO) didalam nutrisi. Semakin tinggi kadar oksigen terlarut maka semakin mudah bagi akar untuk menyerap unsur-unsur yang tersedia dalam larutan nutrisi, sehingga tanaman akan tumbuh dengan cepat dan sehat. Jika kita tidak memiliki alat DO meter, bisa juga dilihat dengan indikasi apakah tanaman yang kita miliki cukup mendapat oksigen atau tidak maka kita bisa melihat pada akarnya. Jika perakaran tanaman berwarna putih bisa diindikasikan tanaman tersebut cukup mendapatkan oksigen, Tetapi jika akar tanaman berwarna kecoklatan maka dapat dipastikan tanaman tersebut mengalami kekurangan oksigen, sehingga kita harus berupaya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam nutrisi yaitu dengan cara menambahkan aerator atau dengan cara lainnya.

Alat Ukur Hidroponik
DO Meter

Read more

Cara Tanaman Menyerap Unsur Hara

Cara Tanaman Menyerap Unsur Hara

Berikut ini penjelasan cara tanaman menyerap unsur hara. Artikel ini saya kutip dari file group kumunitas belajar hidroponik

1. Intersepsi Akar

Akar tanaman tumbuh memasuki ruangan-ruangan pori tanah yang ditempati unsur hara, sehingga antara akar dan unsur hara terjadi kontak yang sangat dekat (kontak langsung), yang selanjutnya terjadi proses pertukaran ion. Ion-ion yang terdapat pada permukaan akar bertukaran dengan ion-ion pada permukaan komplek jerapan tanah. Jadi absorpsi unsur hara (ion) langsung dari permukaan padatan partikel tanah. Jumlah unsur hara yang dapat diserap melalui cara intersepsi akar dipengaruhi oleh sistim perakaran dan konsentrasi unsur hara dalam daerah perakaran. Hampir semua unsur hara dapat diserap melalui intersepsi akar, terutama Ca, Mg, Mn, dan Zn.

2. Aliran Masa

Air mengalir ke arah akar atau melalui akar itu sendiri. Sebagian lagi mengalir dari daerah sekitarnya akibat transpirasi maupun perbedaan potensial air dalam tanah. Gerakan air ini dapat secara horinsontal maupun vertical. Air tanah yang mengalir ini mengandung ion unsur hara. Jadi unsur hara mendekati permukaan akar tanaman karena terbawa oleh gerakan air tsb atau disebut aliran masa, yang selanjutnya diserap tanaman. Penyerapan melalui aliran masaa dipengaruhi oleh: (1) konsentrasi unsur hara dalam larutan tanah, (2) jumlah air yang ditanspirasikan (3) volume air efektif yang mengalir karena perbedaan potensial dan berkontak dengan akar. Aliran masa dapat menjadi kontribusi utama untuk unsur Ca, Mg, Zn, Cu, B, Fe. Unsur K juga dapat diserap melalui aliran masa, meskipun tidak terlalu besar.

3. Difusi

Proses penyerapan berlangsung akibat adanya perbedaan tegangan antara tanaman dan tanah karena perbedaan konsentrasi unsur hara. Faktor yang mempengaruhi difusi adalah konsentrasi unsur hara pada titik tertentu, jarak antara permukaan akar dengan titik tertentu, kadar air tanah, volume akar tanaman. Pada tanah bertekstur halus difusi akan berlangsung lebih cepat daripada tanah yang bertekstur kasar. Difusi meningkat jika konsentrasi hara di permukaan akar rendah/menurun atau konsentrasi hara di larutan tanah tinggi/meningkat. Unsur P dan K diserap tanaman terutama melalui difusi.

Perlu dipahami tentang penyerapan Phosphor (P)
  1. Diserap dalam bentuk ion H2PO4- (kondisi asam), dan HPO4= (kondisi basa) 
  2. Penyerapan P terjadi terutama dalam larutan tanah, kondisi kering mengurangi penyerapan P 
  3. Konsentrasi P dlm larutan tanah lebih rendah dibanding P dalam tanaman, penyerapannya secara aktif, memerlukan energi dari hasil respirasi akar. Kondisi tanah basah/dingin mempengaruhi aktivitas metabolisme akar, mengurangi penyerapan P
  4. Penyerapan ion P lebih besar pada ujung akar yg aktif tumbuh
  5. Penyerapan nutrisi dipengaruhi oleh keseimbangan kation dan anion dalam tanah. Keberadaan ion NH4+ meningkatkan penyerapan P, khususnya pupuk starter.
  6. Penyerapan nutrisi dipengaruhi oleh keseimbangan kation dan anion dalam tanah. Keberadaan ion NH4+ meningkatkan penyerapan P, khususnya pupuk starter.
  7. Konsentrasi ion ortophosphat dalam larutan penting dlm penyerapan P 
  8. Phosphor bergerak sangat lambat dalam larutan tanah, dan akar harus sangat dekat dengan P dlm tanah, agar dapat menyerap P.
  9. Sumber pupuk P terbaik adalah asam phosphat (H3PO4) kandungan P2O5 sebesar 54 %, dan 100 % tersedia bagi tanaman.
Cara Tanaman Menyerap Unsur Hara

UREA setelah diaplikasikan dalam tanah (N)
Urea adalah pupuk berbasis NH2 (amina) . Hidrolisis urea dalam tanah :

(NH2)2CO + 2H2O ------> (NH4)2CO3
(NH4)2CO3 + 2H+ -------> 2NH4+ + CO2 + H2O

Pada kondisi tanah dengan pH tinggi, suhu dan kelembaban tanah tinggi, sebagian besar N-amonium (NH4+), yang terbentuk, diubah menjadi amonia (NH3):

NH4 + OH ---> NH3 + H2O

Ammonia adalah gas yang mudah menguap. Konsentrasi amonia yang tinggi beracun bagi akar, khususnya tanaman muda. Pada kondisi yg disebutkan diatas, N yang diaplikasikan dalam bentuk Urea, hilang ke atmosfer, sementara konsentrasi amonia yg tinggi di zona perakaran mencapai tingkat toksik.
Selama hidrolisi urea, terbentuk bikarbonat (HCO3-), meningkatkan pH setempat. Pada tanaman muda, hal ini bisa menyebabkan defisiensi Fe.

Kalium (K), Perannya terhadap tanaman.
Lambang : K
Diserap dlm bentuk ion K+
Sumber : KCl, KNO3,MKP,DKP,ZK, DLL
Meningkatkan hasil panen
Meningkatkan kualitas buah.
Meningkatkan kadar kemanisan buah.
Meningkatkan ketahanan penyakit
Meningkatkan ketahanan stress
Meningkatkan daya simpan buah
Mengurangi retak buah, jeruk, melon
Peran fisiologi
Meningkatkan fotosintesis
Meningkatkan transportasi hasil fotosintesis ke tempat penyimpanan, seperti buah, biji, umbi.
Mengkonversi fotosintat menjadi pati, protein, vitamin.
Read more

Tuesday, May 3, 2016

Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi Hidroponik (A B Mix)

Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi Hidroponik (A B Mix)

Tumbuhan atau tanaman membutuhkan 16 unsur hara yang berasal dari udara dan pupuk. Unsur-unsur tersebut adalah 
  • Karbon (C)
  • Hidrogen (H)
  • Oksigen (O)
  • Nitrogen (N)
  • Fosfor (P)
  • Kalium (K)
  • Sulfur (S)
  • Kalsium (Ca)
  • Besi (Fe)
  • Magnesium (Mg)
  • Boron (B)
  • Mangan (Mn)
  • Tembaga (Cu)
  • Seng (Zn)
  • Molibdenum (Mo)
  • Khlorin (Cl). 
Unsur C, H dan O diperoleh dari udara dan air. 
Untuk unsur hara yang lainnya bisa didapatkan melalui pemupukan atau larutan nutrisi.

Nutrisi pada tanaman hidroponik biasanya diracik dalam dua bagian yaitu bagian A dan B. Dari 2 bagian ini kemudian di campur air untuk dibuat larutan Stok A dan Stok B, kemudian saat menggunakannya dilarutkan dengan air lebih banyak lagi dengan perbandingan tertentu.

Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi

Cara meracik nutrisi (bagian A dan B) tentu ada rumusnya, sehingga dari masing-masing unsur yang dibutuhkan  tanaman terpenuhi sesuai kebutuhan dari tanaman. Rumusnya bagi yang ingin meracik sendiri, file-nya dapat didownload di bawah ini :



Read more

Cara Membuat Nutrisi dari Larutan A dan B (A B Mix)

Cara Membuat Nutrisi dari Larutan A dan B (A B Mix)

Dipasaran media offline ataupun media online ada banyak sekali produsen dan penjual pupuk-pupuk atau nutrisi yg dibutuhkan untuk bercocok tanam hidroponik, dijual dalam bentuk bagian A dan bagian B. Bagian A dan B ini dijual satu set dengan berbagai ukuran, dari mulai ukuran untuk pehoby (500 liter) hingga skala pertanian yg sangat besar. Dan tentunya untuk pertanian hidroponik komersial yg sangat besar mereka meracik sendiri pupuk atau nitrisi yg akan digunakan. Dan untuk skala pehoby atau rumahan maupun pertanian skala kecil, akan sungguh merepotkan jika mereka harus meracik pupuk-pupuk tersebut, sehingga akan lebih mudah jika membeli yang sudah jadi yaitu bagian A dan B.

Untuk yang ingin membuat atau meracik sendiri pupuk tersebut silahkan membaca artikel saya yang berjudul “Pupuk Atau Nutrisipada Tanaman Hidroponik”. Di artikel tersebut akan dijelaskan komposisi dan rumusan cara meracik/meramu pupuk hidroponik. Selain itu bisa juga membaca postingan yang sama yang berjudul “Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi Hidroponik (A B Mix)

Adapun cara meracik atau membuat nutrisi tanaman hidroponik dari bagian A dan B adalah dengan melarutkan menjadi Stock A dan Stock B. Dan hasil dari larutan Stock A dan Stock B kemudian dilarutkan dan di campurkan dengan takaran air yg sudah ditentukan. Kemudian dari hasil campuran stock A dan stok B tersebut bisa langsing digunakan ke tanaman hidroponik kita. Berikut contoh gambar cara membuat nutrisi dibawah ini.

Cara Membuat Nutrisi dari Larutan A dan B
Read more