Showing posts with label Nutrisi Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Nutrisi Hidroponik. Show all posts

Saturday, May 7, 2016

Sistem Wick atau Sumbu Hidroponik

Sistem Wick atau Sumbu Hidroponik 

Sistem Wick atau Sumbu Hidroponik adalah sistem hidroponik yang paling sederhana dalam bercocok tanam dengan hidroponik. Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan tentang sistem hidroponik, Sistem Wick atau Sistem Sumbu ini dengan memanfaatkan sumbu untuk mengalirkan air larutan nutrisi ke atas sampai mencapai media tanam dan akar tanaman.

Perkembangannya Sistem Wick atau Sistem Sumbu ini sangatlah banyak variasi dan modifikasinya berikut adalah beberapa contoh dibawah ini :

1. Hidroponik dengan bekas botol minuman mineral
Sistem Wick ini dengan memanfaatkan barang bekas dari botol air minum mineral atau botol plastik bekas sebagai tempat tanam berhidroponik. Untuk pemula kita akan memulai berhidroponik dengan bahan air minum mineral ini agar lebih mudah untuk belajar hidroponik


Hidroponik dengan bekas botol minuman mineral

2. Hidroponik dengan menggunakan bekas kaleng cat
Kaleng plastik bekas cat atau kaleng bekas susu anak juga bisa dimanfaatkan sebagai tanam hidroponik dengan Sistem Wick atau Sistem Sumbu.


Hidroponik dengan menggunakan bekas kaleng cat


3. Hidroponik dengan Menggunakan Pipa Paralon
Berhidroponik dengan menggunakan Pipa Paralon yang ditutup samping kanan atau kirinya. Agar larutan nutrisi tidak tumpah.


Hidroponik dengan Menggunakan Pipa Paralon

4. Memodifikasi Sistem NFT dengan Sistem Wick
Sistem hidroponik ini dengan memodifikasi sedikit dari sistem NFT yang ada dengan sumbu, yang mana tanaman tersebut tidak langsung mengenai larutan nutrisi akan tetapi dibantu sumbu juga untuk menaikkan larutan nutrisi ke akar tanaman.

Read more

Thursday, May 5, 2016

Cara Tanaman Menyerap Unsur Hara

Cara Tanaman Menyerap Unsur Hara

Berikut ini penjelasan cara tanaman menyerap unsur hara. Artikel ini saya kutip dari file group kumunitas belajar hidroponik

1. Intersepsi Akar

Akar tanaman tumbuh memasuki ruangan-ruangan pori tanah yang ditempati unsur hara, sehingga antara akar dan unsur hara terjadi kontak yang sangat dekat (kontak langsung), yang selanjutnya terjadi proses pertukaran ion. Ion-ion yang terdapat pada permukaan akar bertukaran dengan ion-ion pada permukaan komplek jerapan tanah. Jadi absorpsi unsur hara (ion) langsung dari permukaan padatan partikel tanah. Jumlah unsur hara yang dapat diserap melalui cara intersepsi akar dipengaruhi oleh sistim perakaran dan konsentrasi unsur hara dalam daerah perakaran. Hampir semua unsur hara dapat diserap melalui intersepsi akar, terutama Ca, Mg, Mn, dan Zn.

2. Aliran Masa

Air mengalir ke arah akar atau melalui akar itu sendiri. Sebagian lagi mengalir dari daerah sekitarnya akibat transpirasi maupun perbedaan potensial air dalam tanah. Gerakan air ini dapat secara horinsontal maupun vertical. Air tanah yang mengalir ini mengandung ion unsur hara. Jadi unsur hara mendekati permukaan akar tanaman karena terbawa oleh gerakan air tsb atau disebut aliran masa, yang selanjutnya diserap tanaman. Penyerapan melalui aliran masaa dipengaruhi oleh: (1) konsentrasi unsur hara dalam larutan tanah, (2) jumlah air yang ditanspirasikan (3) volume air efektif yang mengalir karena perbedaan potensial dan berkontak dengan akar. Aliran masa dapat menjadi kontribusi utama untuk unsur Ca, Mg, Zn, Cu, B, Fe. Unsur K juga dapat diserap melalui aliran masa, meskipun tidak terlalu besar.

3. Difusi

Proses penyerapan berlangsung akibat adanya perbedaan tegangan antara tanaman dan tanah karena perbedaan konsentrasi unsur hara. Faktor yang mempengaruhi difusi adalah konsentrasi unsur hara pada titik tertentu, jarak antara permukaan akar dengan titik tertentu, kadar air tanah, volume akar tanaman. Pada tanah bertekstur halus difusi akan berlangsung lebih cepat daripada tanah yang bertekstur kasar. Difusi meningkat jika konsentrasi hara di permukaan akar rendah/menurun atau konsentrasi hara di larutan tanah tinggi/meningkat. Unsur P dan K diserap tanaman terutama melalui difusi.

Perlu dipahami tentang penyerapan Phosphor (P)
  1. Diserap dalam bentuk ion H2PO4- (kondisi asam), dan HPO4= (kondisi basa) 
  2. Penyerapan P terjadi terutama dalam larutan tanah, kondisi kering mengurangi penyerapan P 
  3. Konsentrasi P dlm larutan tanah lebih rendah dibanding P dalam tanaman, penyerapannya secara aktif, memerlukan energi dari hasil respirasi akar. Kondisi tanah basah/dingin mempengaruhi aktivitas metabolisme akar, mengurangi penyerapan P
  4. Penyerapan ion P lebih besar pada ujung akar yg aktif tumbuh
  5. Penyerapan nutrisi dipengaruhi oleh keseimbangan kation dan anion dalam tanah. Keberadaan ion NH4+ meningkatkan penyerapan P, khususnya pupuk starter.
  6. Penyerapan nutrisi dipengaruhi oleh keseimbangan kation dan anion dalam tanah. Keberadaan ion NH4+ meningkatkan penyerapan P, khususnya pupuk starter.
  7. Konsentrasi ion ortophosphat dalam larutan penting dlm penyerapan P 
  8. Phosphor bergerak sangat lambat dalam larutan tanah, dan akar harus sangat dekat dengan P dlm tanah, agar dapat menyerap P.
  9. Sumber pupuk P terbaik adalah asam phosphat (H3PO4) kandungan P2O5 sebesar 54 %, dan 100 % tersedia bagi tanaman.
Cara Tanaman Menyerap Unsur Hara

UREA setelah diaplikasikan dalam tanah (N)
Urea adalah pupuk berbasis NH2 (amina) . Hidrolisis urea dalam tanah :

(NH2)2CO + 2H2O ------> (NH4)2CO3
(NH4)2CO3 + 2H+ -------> 2NH4+ + CO2 + H2O

Pada kondisi tanah dengan pH tinggi, suhu dan kelembaban tanah tinggi, sebagian besar N-amonium (NH4+), yang terbentuk, diubah menjadi amonia (NH3):

NH4 + OH ---> NH3 + H2O

Ammonia adalah gas yang mudah menguap. Konsentrasi amonia yang tinggi beracun bagi akar, khususnya tanaman muda. Pada kondisi yg disebutkan diatas, N yang diaplikasikan dalam bentuk Urea, hilang ke atmosfer, sementara konsentrasi amonia yg tinggi di zona perakaran mencapai tingkat toksik.
Selama hidrolisi urea, terbentuk bikarbonat (HCO3-), meningkatkan pH setempat. Pada tanaman muda, hal ini bisa menyebabkan defisiensi Fe.

Kalium (K), Perannya terhadap tanaman.
Lambang : K
Diserap dlm bentuk ion K+
Sumber : KCl, KNO3,MKP,DKP,ZK, DLL
Meningkatkan hasil panen
Meningkatkan kualitas buah.
Meningkatkan kadar kemanisan buah.
Meningkatkan ketahanan penyakit
Meningkatkan ketahanan stress
Meningkatkan daya simpan buah
Mengurangi retak buah, jeruk, melon
Peran fisiologi
Meningkatkan fotosintesis
Meningkatkan transportasi hasil fotosintesis ke tempat penyimpanan, seperti buah, biji, umbi.
Mengkonversi fotosintat menjadi pati, protein, vitamin.
Read more

Tuesday, May 3, 2016

Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi Hidroponik (A B Mix)

Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi Hidroponik (A B Mix)

Tumbuhan atau tanaman membutuhkan 16 unsur hara yang berasal dari udara dan pupuk. Unsur-unsur tersebut adalah 
  • Karbon (C)
  • Hidrogen (H)
  • Oksigen (O)
  • Nitrogen (N)
  • Fosfor (P)
  • Kalium (K)
  • Sulfur (S)
  • Kalsium (Ca)
  • Besi (Fe)
  • Magnesium (Mg)
  • Boron (B)
  • Mangan (Mn)
  • Tembaga (Cu)
  • Seng (Zn)
  • Molibdenum (Mo)
  • Khlorin (Cl). 
Unsur C, H dan O diperoleh dari udara dan air. 
Untuk unsur hara yang lainnya bisa didapatkan melalui pemupukan atau larutan nutrisi.

Nutrisi pada tanaman hidroponik biasanya diracik dalam dua bagian yaitu bagian A dan B. Dari 2 bagian ini kemudian di campur air untuk dibuat larutan Stok A dan Stok B, kemudian saat menggunakannya dilarutkan dengan air lebih banyak lagi dengan perbandingan tertentu.

Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi

Cara meracik nutrisi (bagian A dan B) tentu ada rumusnya, sehingga dari masing-masing unsur yang dibutuhkan  tanaman terpenuhi sesuai kebutuhan dari tanaman. Rumusnya bagi yang ingin meracik sendiri, file-nya dapat didownload di bawah ini :



Read more

Cara Membuat Nutrisi dari Larutan A dan B (A B Mix)

Cara Membuat Nutrisi dari Larutan A dan B (A B Mix)

Dipasaran media offline ataupun media online ada banyak sekali produsen dan penjual pupuk-pupuk atau nutrisi yg dibutuhkan untuk bercocok tanam hidroponik, dijual dalam bentuk bagian A dan bagian B. Bagian A dan B ini dijual satu set dengan berbagai ukuran, dari mulai ukuran untuk pehoby (500 liter) hingga skala pertanian yg sangat besar. Dan tentunya untuk pertanian hidroponik komersial yg sangat besar mereka meracik sendiri pupuk atau nitrisi yg akan digunakan. Dan untuk skala pehoby atau rumahan maupun pertanian skala kecil, akan sungguh merepotkan jika mereka harus meracik pupuk-pupuk tersebut, sehingga akan lebih mudah jika membeli yang sudah jadi yaitu bagian A dan B.

Untuk yang ingin membuat atau meracik sendiri pupuk tersebut silahkan membaca artikel saya yang berjudul “Pupuk Atau Nutrisipada Tanaman Hidroponik”. Di artikel tersebut akan dijelaskan komposisi dan rumusan cara meracik/meramu pupuk hidroponik. Selain itu bisa juga membaca postingan yang sama yang berjudul “Takaran dan Rumus Cara Membuat Nutrisi Hidroponik (A B Mix)

Adapun cara meracik atau membuat nutrisi tanaman hidroponik dari bagian A dan B adalah dengan melarutkan menjadi Stock A dan Stock B. Dan hasil dari larutan Stock A dan Stock B kemudian dilarutkan dan di campurkan dengan takaran air yg sudah ditentukan. Kemudian dari hasil campuran stock A dan stok B tersebut bisa langsing digunakan ke tanaman hidroponik kita. Berikut contoh gambar cara membuat nutrisi dibawah ini.

Cara Membuat Nutrisi dari Larutan A dan B
Read more

Akibat kekurangan Unsur Hara pada Tanaman Hidroponik

Akibat Kekurangan Unsur Hara Pada Tanaman Hidropnik

Tanda-tanda atau gejala tanaman kekurangan unsur hara essensial pada tanaman hidroponik :
  1. Kekurangan Unsur Nitrogen (N), Tanda yang terlihat adalah pada daun warnanya berubah menjadi kekuningan, akibatnya jaringan pada daun mati, dan akhirnya daun menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Untuk tanaman yg sudah dewasa kekurangan unsur nitrogen sangan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan buah yang tidak sempurna. Hasil buahnya kecil-kecil dan cepat masak belum pada waktunya.
  2. Kekurangan unsur fosfor (P), Tanda yang terlihat adalah pertumbuhan pada sistem akar terhambat, warna daun akan menjadi hijau tua atau keabu-abuan, pada daun juga terdapat pigmen merah di bagian bawah daun, dan akhirnya daun mati. Pada pertumbuhan buah juga sangat jelek dan tanaman menjadi kerdil karena pertumbuhan akar yg tidak bagus dan tidak berfungsi.
  3. Kekurangan unsur kalium (K), Tanda yang terlihat tampak pada daun yang mengerut, dan pada tepi daun menguning, terlihat bercak-bercak kotor berwarna coklat dan akhirnya daun menjadi mati. Ukuran pada batang menjadi pendek sehingga tanaman terlihat kerdil, pada buah banyak yang berjatuhan sebelum waktunya masak, perkembangan buah pun berlangsung sangat lambat.
  4. Kekurangan unsur kalsium (Ca), Tanda yang terlihat yaitu pertumbuhan pada sistem akar, daun muda tampak berkeriput, ujung dan tepinya daun menjadi kuning, pada jaringan daun di beberapa tempat mati. Kuncup-kuncup yang baru saja tumbuh mulai mati karena distribusi zat-zat yang dibutuhkan bagi pertumbuhan menjadi terhambat.
  5. Kekurangan zat magnesium (Mg), Magnesium merupakan zat pembentuk klorofil, Jika tanaman kekurangan unsur ini akan mengakibatkan gejala-gejala yg akan terlihat pada daun, Pada daun menjadi mudah terbakar oleh sinar matahari kerena tidak mempunyai lapisan lilin sehingga banyak daun yang berubah warnanya menjadi coklat tua atau kehitam-hitangan dan mengkerut.
  6. Kekurangan unsur belerang (S), Kekurangan unsur belerang akan menyebabkan klorosis terutama pada daun muda. Perubahan warna terjadi pada keseluruhan daun, warna hijau menjadi pudar dan berubah menjadi hijau sangat muda atau kuning sehingga menyebabkan tanaman tampak berdaun hijau dan kuning.
  7. Kekurangan unsur zat besi (Fe), Kekkurangan zat besi biasanya terjadi pada daerah-daerah yang tanahnya banyak mengandung kapur. Pada awalnya secara setempat daun berwarna hijau pucat atau hijau kekuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau. Selanjutnya pada tulang daun terjadi klorosis, warna hijau pada tulang daun berubah menjadi kuning pucat sampai putih. Pada musim kemarau daun muda banyak yang menjadi kering dan berjatuhan.
  8. Kekurangan unsur boron (B), Tanda yang terlihat jika kekurangan unsur boron menyebabkan terjadinya klorosis secara setempat pada permukaan daun bagian bawah, yang selanjutnya menjalar ke bagian tepi. Jaringan daun menjadi mati, daun muda tidak berkembang, pertumbuhan berhenti tanaman menjadi kerdil, kuncup mati dan menjadi berwarna hitam atau coklat. Di beberapa bagian dari buah terjadi penggabusan, umbi menjadi kecil yang terkadang dipenuh lubang-lubang kecil berwarna hitam, begitu juga pada bagian akar.
  9. Kekurangan unsur mangan (Mn), Awalnya diantara tulang daun secara setempat terjadi klorosis, warna hijau pada daun berubah menjadi kuning yang selanjutnya menjadi putih. Jaringan pada bagian daun yang mengalami klorosis menjadi mati, mengering, dan mengeriput. Kekurangan mangan juga berakibat buruk terhadap pembentukan biji.
  10. Kekurangan unsur seng (Zn), Kekurangan unsur seng menyebabkan tanaman mengalami penyimpangan dalam pertumbuhan, antara lain: daun lebih kecil dan sempit daripada umumnya, warna kuning di antara tulang daun, daun mati sebelum waktunya kemudian mulai berguguran dari daun yang ada di bagian bawah menuju ke puncak.
  11. Kekurangan unsur tembaga (Cu), Kekurangan unsur tembaga menyebabkan daun-daun muda menjadi layu dan kemudian mati, ranting juga berubah warna menjadi coklat dan ahkirnya mati. Buah yang dihasilkan umumnya kecil-kecil, berwarna kecoklatan, dan pada bagian dalamnya sering dijumpai sejenis perekat (gum). Sering terjadi pada tanaman buah.
  12. Kekurangan unsur molibdenum (Mo), Kekurangan unsur ini menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal, terutama pada sayuran. Hampir semua daun mengalami perubahan warna, kadang-kadang daun mengkerut sebelum akhirnya mengering dan mati. Mati pucuk biasa terjadi pada tanaman yang mengalami kekurangan unsur ini.
  13. Kekurangan unsur Na, Cl, dan Si Silicon (Si), hanya diperlukan pada tanaman serelia misalnya padi dan gandum, tetapi kekurangan unsur ini belum diketahui dengan jelas akibatnya bagi tanaman. Kekurangan unsur Klorida (Cl) dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan terutama pada tanaman sayur-sayuran, daun tampak kurang sehat dan berwarna tembaga. Kekurangan unsur Natrium (Na) menyebabkan resistensi tanaman terhadap air berkurang terutama pada musim kering (tidak dapat meningkatkan kandungan air). Satu hal yang menjadi kesamaan diantara semua gejala kekurangan unsur hara essensial adalah adanya penurunan hasil panen yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi tanaman, terutama unsur hara essensial juga unsur beneficial.

Akibat kekurangan Unsur Hara

Akibat kekurangan Unsur Hara

Akibat kekurangan Unsur Hara

Akibat kekurangan Unsur Hara

Akibat kekurangan Unsur Hara

Akibat kekurangan Unsur Hara

Akibat kekurangan Unsur Hara

Read more

Pupuk Atau Nutrisi pada Tanaman Hidroponik

Pupuk Atau Nutrisi pada Tanaman Hidroponik

Sayuran atau tanaman membutuhkan unsur-unsur hara atau nutrisi agar bisa tumbuh dengan subur dan baik. Nutrisi akan diserap oleh tanaman atau sayuran melalui akar, jika semakin sedikit atau kurangnya kandungan nutrisi pada media tanam tersebut, maka akar tanaman akan semakin panjang dan menyebar. Dan pertumbuhan pada tanaman menjadi buruk jika nutrisi yg diserap sangat kurang dari yg dibutuhkan sehingga tanaman atau sayuran bisa mati.

Dengan adanya metode tanam hidroponik ini, maka akan mengurangi atau mengatasi kekurangan pada tanaman kita, karena larutan air yg berisi nutrisi tersebut akan mudah diserap oleh akar tanaman melalui media air. Tanaman tersebut tidak membuang energinya untuk perkembangan tumbuh untuk mencari nutrisi yang dibutuhkan, sehingga tanaman atau sayuran tersebut akan lebih fokus untuk pertumbuhannya dan menghasilkan buah yg sehat.

Sayuran atau Tanaman tersebut membutuhkan 16 unsur hara (nutrisi) untuk perkembangan atau pertumbuhan tanaman tersebut. Yg mana unsur tersebut terdiri dari udara dan pupuk.
Adapun unsur-unsur tersebut terdiri dari :

- Karbon ( C) - Besi (Fe)
- Hidrogen (H) - Magnesium (Mg)
- Oksigen (O) - Boron (B)
- Nitrogen (N) - Mangan (Mn)
- Fosfor (P) - Tembaga (Cu)
- Kalium (K) - Seng (Zn)
- Sulfur (S) - Molibdenum (Mo)
- Kalsium (Ca) - Chlorin (CI)

Unsur hara tersebut disuplai dari udara dan air dalam jumlah yg cukup, pemupukan tau larutan nutrisi bisa didapatkan pada unsur hara yang lainnya.

Cara meramu atau meracik nutrisi tanaman, dengan menggunakan metode tanam hidroponik, membutuhkan takaran tertentu yang bisa membuat tanaman mendapatkan nutrisinya dengan imbang. Pertumbuhan tanaman akan terpengaruhi atau terganggu jika meracik pupuk atau nutrisi tidak tepat sehingga hasil tumbuh tidak sehat. Untuk lebih jelasnya bisa di baca artikel pengaruh kekurangan unsur hara pada tanaman yg ada di postingan saya berikut ini “ Akibat kekuranganUnsur Hara pada Tanaman Hidroponik”.

Pupuk atau Nutrisi tanaman Hidroponik bisa diracik menjadi dua bagian yaitu bagian A dan B. dari kedua bagian tersebut kemudian akan dicampurkan air untuk dibuatkan larutan Stock A dan Stock B, dan kemudian pada saat akan menggunakan pupuk atau nutrisi tersebut terlebih dahulu dilarutkan dengan air lebih banyak lagi dengan ukuran perbandingan tertentu sesuai kebutuhan tanaman tersebut. Cara meracik atau membuat pupuk atau nutrisi dari bagian A dan B silahkan baca artikel berikut “ Cara membuat Nutrisi dari Bagian A dan B (ABMix)”.

Cara membuat atau meracik pupuk/nutrisi (bagian A dan B) pastinya ada rumusnya, agar kebutuhan tanaman terpenuhi dari masing-masing unsur hara yg dibutuhkan pada tanaman tersebut sesuai standard. Bagi yg ingin meracik sendiri rumusnya bisa di download pada link dibawah ini :


Agar tidak perlu repot-repot meracik pupuk atau nutrisi, anda dapat juga menggunakan pupuk bagian A dan B yg sudah banyak dijual di pasaran maupun media online, Harga satu bungkus bagian A dan B berkisar Rp. 80.000, dan biasanya digunakan untuk 1000 – 2000 liter air. Untuk yang paket hemat juga tersedia untuk dilarutkan hingga 500 liter air, dengan harga kisaran Rp. 45.000 perbungkus.

Dalam Bertanam Hidroponik akan banyak manfaat dan kemudahan yang kita dapatkan, silahkan sesuaikan sendiri dengan kebutuhan yang ingin anda capai, semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda. 

Pupuk Atau Nutrisi pada Tanaman Hidroponik
 
Read more